Gerimis Mengundang Senyum
Rintik hujan terdengar jatuh di langit langit tempat tidurku. Pagi yang yang disambut gemiris tiada berhenti. Alunan suara sabung membangkitkan semangat pagi. Mengawali langkah untuk diberkahi. Dibawah rintik hujan ku tunggangi kuda roda dua ku. Menuju tempat dimana disana penuh dengan harapan. Dengan wajah yang berbinar, walaupun rintik hujan membasahi bajuku. Tak lama waktu berlalu, melintas pepohonan yang rindang, melalui lembah dan perbukitan. Akhirnya tujuan ku sampai, yakni dimana tempatku menaruh harapan setiap hari. Hari ini adalah jadwalku untuk tugas keluar desaku, yakni kota yang sampai saat ini masih aku banggakan. Namun sesampainya di ruangan itu, berharap untuk berangkat dengan cepat. Namun tertunda, karna masih ada hal yang belum terpenuhi. Dengan ditemani secangkir kopi, menambah rasa semangat untuk menanti. Tak lama berselang, terdengar deru suara mesin dan berhenti di depan yang masih terhalang dinding. Dugaan hati sudah pasti, bahwa dialah yang ku ...